Anita is My True Love

Google
 

6 July, 2006

Bermesraan ala Rasulullah

Filed under: Cintaku Anita

Bermesraan, itulah yang membuat hubungan suami-istri terasa indah dan
nikmat. Caranya?
Dalam berkomunikasi, ada dua jenis lambang yang bisa dipergunakan, yaitu
lambang verbal dan lambang non verbal. Menurut penelitian Profesor
Birdwhistell, maka nilai efektifitas lambang verbal dibanding non verbal
adalah 35:65. Jadi, justru lambang non verbal yang lebih efektif dalam
menyampaikan pesan.

Bermesraan, adalah upaya suami istri untuk menunjukkan saling kasih
sayang dalam bentuk verbal. Sentuhan tangan dan gerak tubuh lainnya,
adalah termasuk lambang non verbal ketika suami berkomunikasi dengan
istrinya.
Komunikasi verbal semata belumlah efektif jika belum disertai oleh
komunikasi non verbal, dalam bentuk kemesraan tersebut.
Rasulullah saw pun merasakan pentingnya bermesraan dengan istri,
sehingga beliau pun mempraktek kannya untuk menghias hari-hari dalam
keluarganya, yang tecermin seperti dalam hadis-hadis berikut:

  1. Tidur dalam satu selimut bersama istri
    Dari Atha’ bin Yasar: “Sesungguhnya Rasulullah saw dan ‘Aisyah ra biasa
    mandi bersama dalam satu bejana. Ketika beliau sedang berada dalam satu
    selimut dengan ‘Aisyah, tiba-tiba ‘Aisyah bangkit. Beliau
    kemudian bertanya, ‘Mengapa engkau bangkit?’ Jawabnya, ‘Karena saya
    haidh, wahai Rasulullah.’ Sabdanya, ‘Kalau begitu, pergilah, lalu
    berkainlah dan dekatlah kembali kepadaku.’ Aku pun masuk, lalu
    berselimut bersama beliau.” (HR Sa’id bin Manshur)

  2. Memberi wangi-wangian pada auratnya
    ‘Aisyah berkata, “Sesungguhnya Nabi saw apabila meminyaki badannya,
    beliau memulai dari auratnya dan mengolesinya dengan nurah (sejenis
    bubuk pewangi), dan istrinya meminyaki bagian lain seluruh
    tubuhnya. (HR Ibnu Majah)

  3. Mandi bersama istri
    Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Aku biasa mandi bersama dengan Nabi saw
    dengan satu bejana. Kami biasa bersama-sama memasukkan tangan kami (ke
    dalam bejana).” (HR ‘Abdurrazaq dan Ibnu Abu Syaibah)

  4. Disisir istri
    Dari ‘Aisyah ra, ia berkata,
    “Saya biasa menyisir rambut Rasulullah saw, saat itu saya sedang
    haidh”.(HR Ahmad)

  5. Meminta istri meminyaki badannya
    Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Saya meminyaki badan Rasulullah saw pada
    hari raya ‘Idul Adh-ha setelah beliau melakukan jumrah ‘aqabah.” (HR
    Ibnu ‘Asakir)

  6. Minum bergantian pada tempat yang sama
    Dari ‘Aisyah ra, dia berkata, “Saya biasa minum dari muk yang sama
    ketika haidh, lalu Nabi mengambil muk tersebut dan meletakkan mulutnya
    di tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau minum, kemudian saya
    mengambil muk, lalu saya menghirup isinya, kemudian beliau mengambilnya
    dari saya, lalu beliau meletakkan mulutnya pada tempat saya meletakkan
    mulut saya, lalu beliau pun menghirupnya.” (HR ‘Abdurrazaq dan Sa’id bin
    Manshur)

  7. Membelai istri
    “Adalah Rasulullah saw tidaklah setiap hari melainkan beliau mesti
    mengelilingi kami semua (istrinya) seorang demi seorang. Beliau
    menghampiri dan membelai kami dengan tidak mencampuri hingga beliau
    singgah ke tempat istri yang beliau giliri waktunya, lalu beliau
    bermalam di tempatnya.” (HR Ahmad)

  8. Mencium istri
    Dari ‘Aisyah ra, bahwa Nabi saw biasa mencium istrinya setelah wudhu’,
    kemudian beliau shalat dan tidak mengulangi wudhu’nya.”(HR ‘Abdurrazaq)
    Dari Hafshah, putri ‘Umar ra, “Sesungguhnya Rasulullah saw biasa mencium
    istrinya sekalipun sedang puasa.” (HR Ahmad)

  9. Tiduran di Pangkuan Istri
    Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Nabi saw biasa meletakkan kepalanya di
    pangkuanku walaupun aku sedang haidh, kemudian beliau membaca
    al-Qur’an.” (HR ‘Abdurrazaq)

  10. Memanggil dengan kata-kata mesra
    Rasulullah saw biasa memanggil Aisyah dengan beberapa nama panggilan
    yang disukainya, seperti ‘Aisy, dan Humaira (pipi merah delima).

  11. Mendinginkan kemarahan istri dengan mesra
    Nabi saw biasa memijit hidung ‘Aisyah jika ia marah dan beliau berkata,
    “Wahai ‘Uwaisy, bacalah do’a: ‘Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah
    dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan
    lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan.” (HR Ibnu Sunni)

  12. Membersihkan tetesan darah haidh istri
    Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Aku pernah tidur bersama Rasulullah saw di
    atas satu tikar ketika aku sedang haidh. Bila darahku menetes ke tikar
    itu, beliau mencucinya di bagian yang terkena tetesan darah dan beliau
    tidak berpindah dari tempat itu, kemudian beliau shalat di tempat itu
    pula, lalu beliau berbaring kembali di sisiku. Bila darahku menetes lagi
    ke tikar itu, beliau mencuci di bagian yang terkena darah itu saja dan
    tidak berpindah dari tempat itu, kemudia beliau pun shalat di atas tikar
    itu.” (HR Nasa’i)

  13. Bermesraan walau istri haidh
    Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Saya biasa mandi bersama Rasulullah saw
    dengan satu bejana, padahal kami sama-sama dalam keadaan junub. Aku
    biasa menyisir rambut Rasulullah ketika beliau menjalani i’tikaf di
    masjid dan saya sedang haidh. Beliau biasa menyuruh saya menggunakan
    kain ketika saya sedang haidh, lalu beliau bermesraan dengan saya.” (HR
    ‘Abdurrazaq dan Ibnu Abi Syaibah)

  14. Memberikan hadiah
    Dari Ummu Kaltsum binti Abu Salamah, ia berkata, “Ketika Nabi saw
    menikah dengan Ummu Salamah, beliau bersabda kepadanya, ‘Sesungguhnya
    aku pernah hendak memberi hadiah kepada Raja Najasyi sebuah pakaian
    berenda dan beberapa botol minyak kasturi, namun aku mengetahui ternyata
    Raja Najasyi telah meninggal dunia dan aku mengira hadiah itu akan
    dikembalikan. Jika hadiah itu memang dikembalikan kepadaku, aku akan
    memberikannya kepadamu.”
    Ia (Ummu Kultsum) berkata, “Ternyata keadaan Raja Najasyi seperti yang
    disabdakan Rasulullah saw, dan hadiah tersebut dikembalikan kepada
    beliau, lalu beliau memberikan kepada masing-masing istrinya satu botol
    minyak kasturi, sedang sisa minyak kasturi dan pakaian tersebut beliau
    berikan kepada Ummu Salamah.” (HR Ahmad)

  15. Segera menemui istri jika tergoda
    Dari Jabir, “Sesungguhnya Nabi saw pernah melihat wanita, lalu beliau
    masuk ke tempat Zainab, lalu beliau tumpahkan keinginan beliau
    kepadanya, lalu keluar dan bersabda, “Wanita, kalau menghadap, ia
    menghadap dalam rupa setan….Bila seseorang di antara kamu melihat
    seorang wanita yang menarik, hendaklah ia datangi istrinya, karena pada
    diri istrinya ada hal yang sama dengan yang ada pada wanita itu.” (HR
    Tirmidzi)

Begitu indahnya kemesraan Rasulullah saw kepada para istrinya,
memberikan gambaran betapa Islam sangat mementingkan komunikasi non
verbal ini, karena bahasa tubuh ini akan lebih efektif menyatakan cinta
dan kasih sayang antara suami istri. Nah, silakan mencoba.* Ira Istadi

Dikutip dari : hidayatullah Indriyani A.S

5 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://arnita.blogsome.com/2006/07/06/bermesraan-ala-rasulullah/trackback/

  1. keren banget trims atas pengetahuan yang telah diberikan kepada saya.
    mudah mudahan kita semua bisa meniru sifat Beliau.

    Comment by Fatkhur Rokhman — 3 January, 2007 @ 3:14 pm

  2. yang ke15 itu bagiku ga benar, istri bukanlah tempat pelampiasan seks, ketika tergoda dengna wanita kemudian lari kepada istri… dan apa benar ketika kita seks dengan istri yang dipikirkan adalah istri kita dalam pikiran (imajinasi) atau justru wajah wanita lain tapi kita bersetubuh dengan istri kalo begitu sama saja kita berzinah. dan begitu terlukanya seorang wanita (istri) yang bersetubuh dengan laki-laki atau suaminya seandainya ia tahu bahwa dia sebagai penyalur seks suaminya karena berimajinasi dengan wanita lain..

    Comment by jason — 14 March, 2007 @ 7:52 am

  3. uuuuu….., bagus banget. trimakasih atas berbaginya ilmu yang bermanfaat ini yach
    sukron….............

    Comment by ika — 30 April, 2007 @ 8:09 am

  4. yg pake jilbab itu istri siapa, kayaknya suka selingkuh?

    Comment by Anonymous — 20 June, 2007 @ 6:56 am

  5. met puasa aja

    Comment by wind — 14 September, 2007 @ 5:18 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer