Anita is My True Love


17 July, 2006

IBU….

Filed under: Cintaku Anita

Siang sudah sampai pada pertengahan. Dan Ibu begitu anggun menjumpai saya di depan pintu. Gegas saya rengkuh punggung tangannya, menciumnya lama.
Ternyata rindu padanya tidak bertepuk sebelah tangan. Ibu juga mendaratkan kecupan sayang di ubun-ubun ini, lama. “Alhamdulillah, kamu sudah pulang” itu ucapannya kemudian. Begitu masuk ke dalam rumah, saya mendapati ruangan yang sungguh bersih.

Sudah lama tidak pulang. Ba’da Ashar, “Nak, tolong angkatin panci, airnya sudah mendidih”. Gegas saya angkat pancinya Dan dahipun berkerut, panci kecil itu diisi setengahnya. “Ah mungkin hanya untuk membuat beberapa gelas the saja” pikir saya “He, tolongin bawa ember ini ke depan, Ibu mau menyiram”. Sebuah ember putih ukuran sedang telah terisi air, juga
setengahnya. Saya memindahkannya ke halaman depan dengan mudahnya.

(more…)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer