Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya sungguh memalukan.
Ia menjadi juru masak di sekolah, untuk membiayai keluarga. Suatu hari ketika aku masih SD, ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa ia lakukan ini? Aku memandangnya dengan penuh kebencian dan melarikan.
Keesokan harinya di sekolah
Ibumu hanya punya satu mata?
Eeeeee, jerit seorang temanku. Aku
berharap ibuku lenyap dari muka bumi. Ujarku pada ibu, Mengapa Ibu
tidak punya satu mata lainnya? Kalau Ibu hanya ingin
membuatku
ditertawakan, lebih baik Ibu mati saja






